“Hal demikian sebenarnya sudah cukup sering terjadi, tetapi tidak ter-blow up seperti sekarang,” ucap Farhan dikutip dari Kompas.com, Senin (8/6/2026).
Farhan menjelaskan bahwa dalam mekanisme normal, BGN biasanya mentransfer dana operasional ke rekening akun virtual (virtual account) masing-masing SPPG sekali dalam dua pekan dengan besaran yang fluktuatif.
Baca Juga: Deretan Kontroversi Dadan Hindayana Sebelum Dicopot dari Jabatan Kepala BGN
Ia juga tidak membantah bahwa dalam sekali pencairan, BGN dapat mengirimkan anggaran hingga maksimal Rp400 juta untuk satu dapur MBG.
Kendati tengah berhenti beroperasi, Farhan menyatakan ada titik terang bahwa dana operasional tersebut bisa kembali dicairkan mulai pekan ini, sehingga BGN tidak akan menghentikan program MBG secara permanen.
Keputusan terkait kelanjutan proyek andalan Presiden Prabowo Subianto ini mengemuka setelah adanya rapat daring antara Badan Gizi dan para kepala SPPG pada Sabtu (6/6/2026).
Berdasarkan notulensi rapat, BGN akan melakukan top up anggaran berdasarkan sisa saldo akun virtual masing-masing SPPG dengan skala prioritas bagi dapur yang belum menerima dana operasional pada 5 Juni 2026.
Prioritas utama diberikan kepada dapur yang memiliki sisa dana di bawah Rp150 juta atau kurang dari 30 persen dari saldo ideal sebesar Rp500 juta. Sementara itu, bagi SPPG yang masih memiliki saldo di atas Rp150 juta, proses pencairan dana operasionalnya akan ditunda terlebih dahulu.
Baca Juga: Presiden Prabowo Sudah Buktikan Komitmen Pemberantasan Korupsi dengan Melibas Para Petinggi BGN











