Sebelum menutup pintu mobilnya rapat-rapat, Nanik hanya sempat menunjuk Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari, untuk bertindak sebagai juru bicara resmi lembaga dalam memberikan keterangan pers lanjutan kepada publik.
Sikap menghindar dari pejabat publik ini memicu kritik dari politikus senior, Anas Urbaningrum. Melalui akun media sosial X miliknya pada Selasa (16/6/2026), Anas menyayangkan hilangnya momentum transparansi pemerintah.
Ia menegaskan bahwa menghadapi media dengan tenang dan memberikan penjelasan proporsional akan berdampak positif bagi reputasi pribadi maupun program strategis presiden.
Secara khusus, Anas mengingatkan bahwa Nanik S Deyang sebenarnya memiliki latar belakang sebagai mantan wartawan senior.
Oleh sebab itu, berdialog secara terbuka dengan jurnalis semestinya bukan hal yang asing bagi dirinya, melainkan sebuah momentum baik untuk menyapa para yunior seprofesi demi menjaga akuntabilitas publik.[dit]











