Perubahan kepemimpinan ini pertama kali terendus publik saat unggahan media sosial Kejari Tuban pada 30 Juni 2026 menampilkan sosok Abdul Rasyid sebagai pimpinan baru.
Kondisi ini memicu spekulasi luas di masyarakat Tuban, terutama terkait rumor bahwa indisipliner tersebut berkaitan dengan penanganan perkara tambang ilegal yang ditangani oleh jajaran kejaksaan setempat.
Selain itu, sempat beredar video amatir yang menarasikan terjadinya penggeledahan atau penggerebekan di rumah dinas Kajari. Namun, pihak Kejati Jatim dengan tegas membantah narasi tersebut.
Adnan mengklarifikasi bahwa aktivitas yang terekam dalam video hanyalah kegiatan domestik biasa, yakni penataan barang-barang di rumah dinas.
Jingga saat ini, pihak kejaksaan belum merinci bentuk pelanggaran disiplin spesifik yang menjerat kedua pejabat tersebut, namun proses pemeriksaan di internal pengawasan Kejati Jatim masih terus dilakukan guna memastikan kebenaran informasi di balik pergantian jabatan mendadak ini.[dit]











