Fokus utamanya adalah memastikan bahwa setiap anak usaha memberikan kontribusi nyata dan selaras dengan bisnis inti telekomunikasi. Perusahaan tidak ragu untuk menertibkan unit yang dianggap tidak relevan atau berada di luar koridor bisnis digital.
Mengenai nasib anak usaha tersebut, Telkom menyiapkan beberapa skenario mulai dari penutupan, penjualan, hingga penggabungan (merger).
Menariknya, terdapat peluang untuk mengalihkan beberapa entitas ke induk BUMN baru, Danantara.
Hal ini terutama berlaku bagi unit bisnis yang bergerak di sektor non-inti seperti asuransi, kesehatan, dan perhotelan agar manajemen menjadi lebih efisien.[dit]









