Yang lebih mengkhawatirkan justru penyakit lama yang belum sembuh: budaya ABS — Asal Bapak Senang.
Dalam sistem yang terlalu dipenuhi pujian, kritik sering dianggap gangguan. Padahal negara membutuhkan pembantu yang berani menyampaikan risiko, bukan sekadar menyampaikan kabar yang menyenangkan.
Karena kebijakan besar tidak membutuhkan paduan suara yang hanya mengatakan “siap laksanakan”. Kebijakan besar membutuhkan orang yang berani berkata:
“Rencana ini menarik, tetapi ada risiko.”
“Program ini baik, tetapi ada dampak yang perlu diperbaiki.”
“Target ini besar, tetapi perlu diuji secara realistis.”
Rakyat pada akhirnya tidak menilai dari jumlah pidato atau peluncuran program. Rakyat menilai dari harga kebutuhan pokok, lapangan kerja, daya beli, dan kondisi ekonomi yang mereka rasakan sehari-hari.
Program besar tidak otomatis melahirkan negara besar.
Karena ekonomi tidak bergerak oleh tepuk tangan, melainkan oleh kepercayaan. Dan kepercayaan tidak dibangun oleh pujian tanpa kritik.










