Fakta Nasional

Jokowi Marah Tudingan Ijazah Palsu Seret Orang Tua

Joko Widodo merasa marah karena tudingan ijazah palsu menyeret orang tuanya. Ia hadir di persidangan Pengadilan Negeri Jakarta Timur pada Kamis, 5 November 2026.

Penulis: argenteaayu Friday, 06 November 2026 📖 1 menit
Jokowi Marah Tudingan Ijazah Palsu Seret Orang Tua

FAKTANASIONAL.NET - Mantan Presiden Joko Widodo mengungkapkan kemarahan serta rasa tersinggung yang mendalam. Kemarahan itu muncul karena tuduhan ijazah palsu turut menyeret kedua orang tuanya.

Pernyataan tersebut disampaikan usai mengikuti sidang kasus pencemaran nama baik. Sidang berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Timur pada hari Kamis, 5 November 2026.

Jokowi menjalani proses persidangan yang panjang. Ia hadir sejak pukul 09.00 WIB hingga selesai sekitar pukul 20.30 WIB.

Dalam persidangan tersebut, ia membawa berbagai dokumen penting. Bukti yang ditunjukkan mencakup empat ijazah pendidikan lengkap.

Ijazah itu mulai dari tingkat sekolah dasar hingga sarjana. Dokumen tersebut meliputi ijazah SD, SMP, SMA, serta ijazah S1.

"Semua bukti-bukti sudah kita tunjukkan," ujar Jokowi kepada wartawan. Ia menyebutkan empat ijazah pendidikannya telah dihadirkan di depan majelis hakim.

Meskipun bukti sudah diperlihatkan, ia memilih bersikap tenang. Jokowi menyerahkan sepenuhnya penilaian perkara kepada majelis hakim.

Kehadirannya di pengadilan bertujuan mencari keadilan. Ia ingin memulihkan nama baik dari tudingan miring yang berkembang.

"Kita serahkan semuanya pada Yang Mulia Majelis Hakim," ucapnya. Ia meminta semua pihak bersabar menunggu putusan resmi pengadilan.

Ia juga menanggapi harapan masyarakat mengenai akhir polemik ini. Banyak pihak menduga menunjukkan ijazah akan langsung mengakhiri masalah.

Namun, ia menilai penyelesaian kasus tidak semudah bayangan publik. Persidangan di pengadilan pun belum tentu langsung meredakan polemik.

"Lha wong sudah di pengadilan saja belum tentu juga rampung kok," ungkapnya. Proses hukum masih berjalan dan membutuhkan waktu panjang.

Hal yang paling melukai hatinya adalah keterlibatan orang tua. Ayah dan ibu kandungnya ikut menjadi sasaran perkataan menyakitkan.

"Saya sangat marah sekali karena orang tua saya dibilang seperti itu," tegasnya. Kedua orang tua tersebut telah membesarkan dan merawatnya sejak bayi.

Perlakuan tersebut dirasa sangat menyakitkan bagi keluarga. Ia mempertanyakan perasaan siapa pun jika orang tuanya diperlakukan serupa.[ayu]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK