Daerah  

Buntut Penutupan Alfamart-Indomaret di Lombok Tengah, Mendag Sentil Pemda Soal Kepastian Izin Ritel

FAKTANASIONAL.NET – Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso memberikan teguran keras kepada pemerintah daerah (pemda) terkait pentingnya memberikan kepastian hukum dan transparansi perizinan bagi para pelaku usaha.

Sentilan ini merupakan buntut dari kebijakan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), yang sempat menutup paksa puluhan gerai ritel modern Alfamart dan Indomaret di wilayahnya.

Mendag menegaskan bahwa penataan ruang atau zonasi usaha seharusnya sudah Clear and Clean sejak awal sebelum operasional perusahaan berjalan. Langkah penertiban dinilai kurang bijak jika baru dilakukan setelah gerai-gerai tersebut berdiri bertahun-tahun serta telah menyerap banyak tenaga kerja lokal.

Baca Juga: Cegah Monopoli Ekspor SDA, Pemerintah Bakal Tempatkan Tim Pengawas Lintas Sektor di PT DSI

“Kami wanti-wanti kepada pemerintah daerah. Ketika usaha apapun, termasuk retail, seharusnya dari awal itu diberikan kepastian perusahaan kepada para pelaku usaha,” kata Budi dalam Rapat Kerja bersama Komisi VI DPR RI di Jakarta, Selasa (26/5/2026).

Tuntut Transparansi Aturan Zonasi Sejak Awal

Mendag Budi Santoso menyatakan bahwa kejelasan mengenai regulasi perizinan dan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) wajib disampaikan secara transparan kepada investor sejak awal proses investasi. Hal ini penting dilakukan guna mencegah kerugian materiil maupun gejolak sosial di kemudian hari.

Menurutnya, pengusaha ritel berhak mendapatkan kepastian lokasi mana saja yang diperbolehkan atau dilarang untuk mendirikan toko mini market sebelum mereka menanamkan modalnya.

“Misalnya dalam hal perizinan, ya perizinan harus lebih jelas, harus lebih transparan. Jangan sampai perusahaan berdiri, tapi sebenarnya dari sisi aturan misalnya melanggar,” ujarnya.

Mendag mengaku sangat menyayangkan mengapa proses penataan ulang regulasi ini baru diributkan setelah puluhan gerai ritel beroperasi cukup lama. Kendati demikian, ia mengungkapkan bahwa berdasarkan laporan terakhir, beberapa gerai yang sempat disegel kini bertahap mulai dibuka kembali.