Kritik Tajam Pengamat Soal Polemik Ijazah Jokowi
Mantan Presiden Joko Widodo dinilai bukan sosok negarawan oleh pengamat komunikasi politik M. Jamiluddin Ritonga akibat membiarkan polemik ijazah berlarut-larut. Langkah menunjukkan ijazah baru-baru ini di persidangan dinilai demi kepentingan pribadi untuk menggiring pihak tertentu.
FAKTANASIONAL.NET - Pada Jumat, 6 November 2026, langkah Joko Widodo menunjukkan ijazahnya secara langsung di ruang sidang menuai sorotan tajam dari berbagai kalangan publik.
Mantan Presiden Republik Indonesia itu dinilai gagal menunjukkan jiwa kenegarawanannya. Pasalnya, polemik terkait dugaan ijazah palsu tersebut dibiarkan berlarut-larut hingga memicu kegaduhan luas di tengah masyarakat.
Pandangan tersebut disampaikan langsung oleh pengamat komunikasi politik dari Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga. Ia menilai bahwa seorang tokoh berjiwa negarawan seharusnya bersikap terbuka dengan menunjukkan dokumen tersebut sejak awal isu mulai mencuat.
"Joko Widodo menunjukan ijazah di persidangan mempertegas bukanlah sosok negarawan. Kalau Jokowi negarawan seharusnya ijazahnya sudah ditunjukkan sejak awal. Tapi nyatanya hal itu dibiarkannya berlarut-larut hingga membuat gaduh," ungkap Jamiluddin.
Menurut Jamiluddin, sikap diam yang sempat dipelihara Jokowi menimbulkan kesan adanya motif tersendiri. Ia menduga mantan kepala negara tersebut sengaja memanfaatkan situasi demi kepentingan pribadi agar namanya terus menjadi perbincangan hangat publik.
"Jokowi seolah berharap dari kasus tersebut namanya terus menerus menjadi perbincangan publik. Jadi, Jokowi terkesan sengaja memelihara kasus tersebut berlarut-larut. Jokowi pada saat yang tepat baru mempertontonkan ijazahnya di pengadilan," tambah Jamiluddin menegaskan argumennya.
Lebih lanjut, Jamiluddin mengibaratkan strategi hukum dan politik tersebut sebagai bentuk penjebakan. Ia menyebut Jokowi seolah sengaja menggiring Roy Suryo beserta pihak-pihak lain ke posisi paling sulit sebelum akhirnya memamerkan dokumen tersebut di persidangan.
"Karena itu ada kesan, Jokowi seolah menggiring Roy Suryo dan kawan-kawan hingga ke tepi jurang. Pada saat itulah Jokowi menendang Roy Suryo dan kawan-kawan dengan harapan masuk jurang," jelasnya menggambarkan situasi.
Meski demikian, Jamiluddin mengingatkan bahwa aksi pamer ijazah di pengadilan tidak serta-merta menghentikan polemik yang ada. Keaslian dokumen penting tersebut tetap wajib diuji melalui mekanisme pemeriksaan yang objektif dan independen.
"Karena itu, hakim tentu akan membuktikan keaslian ijazah tersebut dengan berbagai metode. Bahkan bila diperlukan ijazah itu dibuktikan di laboratorium yang independen. Dengan cara itu, kepastian keaslian ijazah Jokowi akan dapat diterima semua pihak. Itulah cara yang paling adil untuk menentukan keaslian ijazah Jokowi," pungkas Jamiluddin mengakhiri analisisnya.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.