Fakta Nasional

Ring 1 Istana Disorot dalam Kasus Penyadapan Prabowo

Pengamat militer UNAS, Selamat Ginting, mendesak pembersihan Ring 1 Istana pasca penetapan empat tersangka kasus penyadapan ponsel Presiden Prabowo Subianto oleh Bareskrim Polri pada Kamis, 5 November 2026.

Penulis: argenteaayu Friday, 06 November 2026 📖 1 menit
Ring 1 Istana Disorot dalam Kasus Penyadapan Prabowo

FAKTANASIONAL.NET - Kasus dugaan penyadapan ilegal yang menimpa ponsel Presiden Prabowo Subianto terus memicu perbincangan hangat di tengah publik. Bareskrim Polri sebelumnya telah menetapkan empat orang tersangka dalam perkara tersebut.

Para tersangka itu antara lain mantan Kapolri sekaligus eks Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Selain itu, ada pula tiga perwira tinggi Polri, yakni Irjen Ahrie Sonta Nasution, Irjen Eko Hadi Santoso, serta Irjen Slamet Uliandi.

Menanggapi perkembangan ini, pengamat politik dan militer dari Universitas Nasional (UNAS), Selamat Ginting, menyampaikan pandangannya. Pernyataan tersebut ia sampaikan dalam Podcast Forum Keadilan Madilog pada Kamis, 5 November 2026.

Menurut Ginting, tidak masuk akal jika pengusutan kasus ini hanya menyasar pihak luar. Ia menilai harus ada evaluasi total di lingkungan internal kekuasaan. Oleh karena itu, ia menyarankan agar pihak istana segera membersihkan orang-orang di lingkar terdekatnya.

Ginting lantas mempertanyakan aspek teknis keamanan komunikasi kepala negara saat ini. Ia menyoroti siapa pihak yang memegang ponsel presiden serta jaringan provider seluler yang digunakan. Keamanan komunikasi presiden dipandang sebagai elemen vital bagi pertahanan negara.

Kasus ini dinilai tidak boleh dianggap sebagai masalah sepele. Publik kini menanti langkah tegas aparat penegak hukum dalam membongkar tuntas jejaring di balik aksi penyadapan tersebut. Penegakan hukum yang transparan sangat krusial guna memulihkan kepercayaan publik terhadap sistem pengamanan negara.[ayu]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK