Wulyda Agustyn Ikut Mundur dari Dishub, Tegaskan Harga Diri
FAKTANASIONAL.NET - Keputusan Wulyda Agustyn yang mengaku mengundurkan diri dari Dinas Perhubungan (Dishub) menarik perhatian publik. Pernyataan tersebut disampaikan melalui Instagram Story setelah dirinya membagikan pemberitaan mengenai pengu…
FAKTANASIONAL.NET - Keputusan Wulyda Agustyn yang mengaku mengundurkan diri dari Dinas Perhubungan (Dishub) menarik perhatian publik.
Pernyataan tersebut disampaikan melalui Instagram Story setelah dirinya membagikan pemberitaan mengenai pengunduran diri AKBP Netty Rosdiana Siagian dari institusi Kepolisian Republik Indonesia (Polri).
Dalam unggahannya, Wulyda secara terbuka menyampaikan alasan di balik keputusannya.
Ia menegaskan bahwa harga diri menjadi pertimbangan penting hingga memilih meninggalkan institusi tempatnya bekerja.
"Saya juga resign dari Dishub demi harga diri saya."
Pernyataan tersebut kemudian menjadi perhatian karena disampaikan bersamaan dengan pemberitaan mengenai keputusan AKBP Netty Rosdiana Siagian.
Dilansir Redaksi dari Instagram (anomali.cancer_) pada 4/11, kedua pernyataan tersebut memperlihatkan sikap personal dalam memandang pengabdian, jabatan, serta prinsip yang ingin dipertahankan.
Sebelumnya, AKBP Netty Rosdiana Siagian juga menyampaikan pesan yang menyinggung seragam, jabatan, harga diri, dan hati nurani dalam pernyataannya terkait permohonan pengunduran diri dari Polri.
Sementara itu, Wulyda Agustyn menyampaikan pengakuan serupa melalui media sosial dengan menyatakan dirinya juga memilih mundur dari Dishub demi menjaga harga diri.
Meski berasal dari institusi berbeda, keduanya memiliki konteks keputusan masing-masing.
Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa jabatan maupun seragam bukan satu-satunya hal yang menjadi ukuran dalam perjalanan pengabdian seseorang.
Dalam menyikapi kedua pernyataan tersebut, penting untuk tetap membedakan antara fakta, pengakuan pribadi, dan opini.
Keputusan setiap individu memiliki latar belakang tersendiri sehingga tidak semestinya langsung disamakan atau dijadikan dasar untuk menghakimi pihak tertentu.
Team Anomali menegaskan bahwa pengangkatan pernyataan tersebut bukan bertujuan menghakimi keputusan siapa pun. Fokusnya adalah menyampaikan pernyataan yang telah dibagikan ke ruang publik dengan tetap memperhatikan konteks masing-masing.
Pada akhirnya, pengabdian tidak semata-mata berkaitan dengan posisi, jabatan, ataupun seragam yang dikenakan. Integritas, prinsip, dan harga diri juga menjadi nilai penting yang perlu dijaga.
Sebab, mengabdi bukan hanya tentang posisi yang kita tempati, tetapi juga nilai yang kita pertahankan.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.